Chinese Festival, 4000 Lampion Terangi Nagoya Sumber : www.batamevent.com Tanggal Update / Pengiriman : 06-02-2010 Isi berita :
BATAM – Imlek, di Batam tentu saja menjadi sebuah moment yang selalu meriah dari tahun ketahunnya, sejak perayaan hari besar masyarakat tionghoa tersebut di resmikan oleh pemerintah era Megawati Soekarno Putri, beberapa tahun slam. Di Batam sendiri, imlek sangat terasa gaungnya dibanding daerah-daerah lainnya di Indonesia. Karena Masyarakat Tionghoa dipulau kalajengking ini, sadar betul arti keberagaman budaya. Menurut Asmin Patros, yang merupakan Anggota DPRD Kota Batam sekaligus pengamat budaya Tionghoa dan anggota Paguyuban Sosial Marga Tionghua Indonesia (PSMTI) Provinsi Kepulauan Riau menyatakan, keberagaman dan kemajekmukan masyartakat Batam, mengharuskan masyarakat kota ini untuk mkenghargai budaya sesama.
“Kita mencoba
memadukan bermacam kegiatan budaya Tionghoa untuk dapat dikembangkan menjadi
even tetap. Bagaimana meramu dan mengkonsep kegiatan Imlek untuk menunjang
visit Batam 2010” ujar Asmin, dalam sebuah wawancara pada sebuah perhelatan
Imlek kolosal di China Town Nagoya. Beliau menambahkan, untuk berbagai acara
yang telah dipersiapkan oleh Panitia, memang sudah dirancang jauh sebelum
imlek.
Untuk jum’at ini
(5/2) sebagai pembuka Chinese Fstival, perayaan Imlek akan dimulai oleh Pawai
Budaya Chinese, yang diiringi oleh Marching band, atraksi khusus barongsai,
karaoke dan modern dance, yang berlokasi mulai dari simpang Harmoni hingga
komplek bumi indah depan Sarijaya Hotel. “Selama 10 hari kedepan kita akan
memberikan suguhan entertainment yang memang telah dipersiapkan oleh panitia
yang dalam hal ini PSMTI dan kegiatan ini didukung sepenuhnya oleh Dinas
Pariwisata Pemko Batam” ujar Asmin, kepada www.batamevent.com
Dilain pihak, Guntur sakti, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam
sependapat dengan Asmin dan menturkan, kegiatan oini merupakan bentuk dari
implementasi toleransi yang telah tumbuh subur di Batam, dan ini positif. “Baik
sekali dan kita dukung serta dari Dinas Pariwisata akan mengagendakan event ini
sebagai annual event calendar di Batam, juga sebagai komitment pemerintah
daerah dalam pengembangan dan pelestarian nilai budaya bangsa Indonesia, yang
didalamnya juga ada budaya Tionghoa” ungkap Guntur Sakti, Kepala Dinas
Pariwisata Kota Batam.
Acara Chinese
Festival akan digelar sejak 5-13 februari dan tanggal 14 merupakan acara puncak
Tahun Baru Imlek. Selanjutnya tanggal 20 Februari akan diselenggarakan event
lanjutan dari rangkaian Chinese Festival, yaitu parade budaya dan malam hiburan
di tempat yang sama. Kejutan lainnya adalah akan ada 4000 lampion yang akan
menerangi sepanjang jalan ini.